Continental Glaciation

Continental Glaciation

Kontinental Glasiasi I dan II
a.    Kontinental Glasiasi I
Glasiasi Kontinental dapat menghanyutkan, mentranspor dan mengendapkan material. Glasiasi kontinental disebabkan oleh iklim, ketinggian, curah hujan dan aktivitas atmosfer (CO2 yang berlebihan). Dilain pihak, tutupan lahan yang bagus dengan vegetasi-vegetasi yang beranekaragam akan mengakibatkan penipisan kadar karbondioksida di atmosfer.

b.    Kontinental Glasiasi II
Icecaps di Greenland dan Antartica diduga mempunyai glasiasi yang lambat. Sebagai contoh, motraine di Winconsindan Montana di timur Amerika Serikat, muncul diantara 50 dan 300 kaki per mil. Icecaps menyebar radial karena  pola radial pergerakan angin dan curah hujan dihasilkan dari tekanan rendah di bagian tengah dan terus menuju ke bagian tepi dari region. Perubahan terakhir dari lembaran es tertutup sebagai danau, rawa-rawa, tanah berlumpur dan penggangguan garis drainase.

B.    Glacial Erosion
Lempeng es benua merupakan agen erosi yang mampu mengikis tanah dan mengangkut batuan dan meninggalkan material (endapan tebal). Erosi yang terjadi terlihat dari adanya glacial grooves, glacial striae; terkikisnya permukaan batuan oleh chatter marks; tidak adanya sisa tanah; aliran es yang alirannya terletak pada bagian yang tajam di atas batuan dasar; banyaknya hanyutan yang lebih besar dari endapan yang mungkin jika tidak terdapat erosi: adanya fresh rock pada hanyutan ini, yang satu sebagai batas ujung dan satu laginya sebagai lantai; posisi rock basins yang tidak mungkin terbentuk akibat erosi sungai.
Glacial Deposition : Moraines
Moraines dikelompokkan berdasarkan posisinya terhadap lempeng es menjadi: terminal moraines (salah satu jenis moraines yang terbentuk jauh dari benua gletser ( continental glacier), interlobate moraines, recessional moraines, dan ground moraines. Selain itu, moraines juga dikelompokkan berdasarkan material penyusunnya, yaitu: till moraines, waterlaid moraines, delta moraines dan kame moraines.

C.    Glacial Deposition
Drumlin adalah bukit yang berbentuk oval, seperti setengah telur yang terdiri atas massa pasir dan batu kerikil (orogenesa). Bentuk-bentuk drumlin, yaitu:
Paralel Kampak
Menyerupai bukit ( rocdrumlin)
Kumpulan Drumlin disebut ” Swarp”
Fluvioglasial Deposit
These deposits are sorted and stratifed by the action of meltwater.
Landform of Fluvioglacial Deposition :
Kames
Kames Terraces
Kames Delta
Eskers
Deposit Fluvioglasial
Ketlle Holes
Brainded Streams
Varves
Outwash Plain
Fluvioglasial Deposit 2
Valley Trains (Valley trains terletak  pada daerah yang yang berbukit)

D.    Esker, Kame, dan Crevase Filling
Esker adalah bukit punggungan hasil endapan dari arus glacial dalam terowongan es. Adapun kame adalah bukit bulat atau bukit mengerucut yang tersusun dari kerikil atau pasir, diendapkan sebagai kerucut delta, hasil endapan dari penurunan massa di sepanjang punggungan es. Crevase filling adalah punggungan material air yang mengalir ke segala arah, biasanya berasosiasi dengan teras danau dan diendapkan dalam sebuah celah yang lebar.
Esker dan crevase filling tidak selalu dapat dibedakan satu sama lain. Keduanya sama-sama memiliki sisi yang curam dan sempit, sisi lereng yang tersusun dari pasir dan kerikil memiliki kemiringan sekitar 30%. Esker biasanya berada di daerah rendah dengan dataran yang berpaya. Tanah di salah satu atau kedua sisinya biasanya membentuk semacam depresi yang biasa disebut palung esker (esker through). Esker dapat terletak di seluruh jenis permukaan. Ia mengabaikan adanya topografi atau cegahan bukit yang yang ratusan kaki tingginya. Banyak esker yang  terpendam oleh pengunduran morena. Adapun crevase filling, biasanya mengandung pasir dan lumpur, yang khususnya bergabung dengan endapan danau. Transisi antara esker dan crevase filling terpisahkan oleh adanya kame yang merupakan hasil endapan Moulin dimana air mengalir melalui lubang es yang kemudian menurun kearah dasar lembaran es.

E.    Varves
Varve merupakan timbunan tahunan dari pasir, Lumpur, dan tanah liat yang diendapkan di danau oleh air glacial. Lumpur yang kasar ditiap-tiap varve terletak paling dasar dan lumpur tersebut diatur selama musim panas. Tanah liat terletak paling atas dimana tanah liat tersebut diatur selama musim dingin secara perlahan-lahan. Ketebalan dari varve sekitar 1/8 inchi sampai ½ inchi atau bahkan lebih tergantung pada kondisi curah hujan.

F.    Aspek Geografis continental Glasiasi
Perbandingan antara region glasial dan region nonglasial di Wisconsin oleh Whitbeck, mengindikasikan bahwa pertanian di region glacial lebih unggul. Tanahnya lebih subur dan dapat memproduksi lebih besar setiap acre atau 4072 m2, nilai atau penghasilan para petani lebih besar, dan rata-rata hasil panenya juga lebih besar.

Grafik 1 menunjukan tanah pasir di region glacial diproduksi jagung hampir 20 persen lebih besar dibandingkan region nonglasial. Pada grafik 2, terlihat rata-rata pendapatan dari lahan hampir 50 persen lebih lebih besar dibandingkan area nonglasial. Grafik 3 mengindikasikan total kekayaan atau nilai dari petani, termasuk rumah dan lahannya. Pada area glacial terdapat 40 persen lebih besar. Pada grafik 4, terlihat produktifitas dari petani, sama seperti grafik-grafik sebelumnya, pada region glacial lebih besar. Pada grafik 5 dan 6, ditunjukan perbandingan dari hasil peternakan dan teteap sama seperti grafik lainnya, ditunjukan bahwa region glacial lebih unggul dari region nonglasial. Pada grafik 7 dan 8, terlihat region nonglasial lebih unggul dalam perbaikan lahan dan banyaknya lahan didaerah hutan.

G.    Illustrasi Peta Continental Glasiasi
Terminal morain dari continental es, ditunjukan pada The Isip, oyster bay, dan Riverhead. Di sebelah barat New York morainnya kurang terlihat, tetapi dapat dilukuskan pada lembar Passaic dan  Plainfield. Dipertengahan wilayah barat, terdapat banyak morain seperti ditunjukan pada St.Croit Dalles. Wilayah glacial dengan banyak danau dan rawa dapat dilihat pada peta Inggris dan New York. Sedangjan wilayah glacial yang tua, dapat ditunjukan pada lembar Peever, Beardsles, dan White Rock, S.Dak.

Pertanyaan :
1.    Mengapa terjadi 2 konsep utama dalam kontinental glasiasi, yaitu kontinental glasiasi I dan II, apakah teori ini berkelanjutan atau terjadi perbedaan yang signifikan?
2.    Mengapa pada fase glacial deposition bisa menyebabkan terjadinya berbagai bentuk drumlin, fluvioglasial deposit, deposit fluvioglasial dan fluvioglasial deposit 2?
3.    Mengapa dapat palung es dapar terbentuk mengingat bahwa es mudah untuk melakukan erosi dan glasiasi?
4.    Bagaimanakah perkembangan dari terbentuknya varves?
5.    Ada suatu pernyataan oleh Lobeck bahwa “tanah pasir di region glasial diproduksi jagung hampir 20 persen lebih besar dibandingkan region nonglasial”. Mengapa hal tersebut dapat terjadi dan kapan temporal region glasial lebih unggul dari region nonglasial dan sebaliknya terlihat region nonglasial lebih unggul dalam perbaikan lahan dan banyaknya lahan didaerah hutan?

DAFTAR PUSTAKA

Lobeck, A. K. 1939.  Geomorphology:  An Introduction to The Study Of Landscapes. London and New York: Mcgraw-Hill Book Company.

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s