Introduction of Geomorphology

Introduction of Geomorphology

Fisiografi, melingkupi 3 unsur utama; daratan, atmospher, dan lautan. Ilmu yang menpelajari tentang daratan disebut geomorphology; ilmu yang mempelajari tentang atmosphere disebut meteorologi; dan ilmu yang mempelajari tentang lautan disebut oceanografi.
Hubungannya dengan Geologi. Geomorfologi, atau ilmu yang membahas tentang daratan, adalah cabang geologi mengkoordinasikan ilmu mineralogy, petrology, paleontology, dan stratigraphy. Dalam geologi, ilmu geomorfologi membahas tentang bentuk roman muka bumi.
Hubungannya dengan Geografi. Dalam geografi, mempelajari interaksi individu dan linkungan fisik, lingkungan fisik ini disebut fisiografi. Dalam Physiography  entah itu geomorphology, klimatologi, atau oceanografi, menerangkan tentang lingkungan dan kehidupan individu yang tinggal.
Pada intinya ilmu geografi bukan merupakan ilmu tunggal, karena dalam pembahasannya ilmu geografi tetap berhubungan dengan ilmu pengetahuan lain terutama yang berhubungan dengan bumi.
Dalam hal ini pembentukkan relief muka bumi mengalami beberapa ordo.
A.    Ordo I.
Bentuk permukaan bumi yang  pertama ialah lautan dan lempeng benua, fenomena ini tidak pasti dan diasumsikan terjadinya pada awal sejarah geologi. Teori yang terkait tentang pernyataan ini;
–    Teori Tetrahedral; relief terjadi akibat kontraksi seluruh bumi dan tersebar di permukaan bumi secara tetrahedral.
–    Teori Continental Drift (A. Wegener); pergerakan lempeng tektonik.
B.    Ordo II (Constructional forms).
Dibentuk dari pergerakan tektonik di bawah kerak bumi pada relief ordo pertama, dan belum banyak terganggu oleh tenaga eksogen, terdiri atas beberapa REGION STRUKTUR:
–    Plan dan plateau; Merupakan daerah dataran diatas kerak bumi (tinggi – rendah).
–    Dome mountains; Tanahnya berupa dataran yang luas dan berbentuk seperti bulat.
–    Block mountains; Terjadi dislokasi, elevasi, dan adanya kemiringan.
–    Folded mountains; Batuan sediment mengalami tekanan lateral dan mengalami korugasi.
–    Kompleks mountains; Terbentuknya  muka bumi terjadi atas kombinasi gejala di kerak bumi.
–    Vulkanik dan hubungan pembentukannya; Terjadi atas aktivitas vulkanik.
C.    Ordo III (pembentukan atas penghancuran).
Disebut “agents of erosion”  karena mengerasi batuan. Bagian agen adalah angin, muara sungai, ombak laut, dan gletser. Setiap pembentukannya dibagi dalam 3 tahap:
Proses Geomorfologi    Penyebab
Arus Air    Gletser    Ombak    Angin
Erosi         Lembah         Cirques
Trough         Gua bawah laut         Wind hollow
Blow hollow
Sisa         Bukit
Pegunungan         Matter horn peaks         Clift
Headland         Batuan bentuk jamur
Endapan         Kipas aluvial
Delta         Morena         Garis panta         Padang pasir

D.    Siklus geomorfik pada iklim lembab.
Iklim lembab dibagi  atas youth, maturity, old age, dan rejuvenation.
1.    Youth; berupa dataran dan tidak mempunyai fenomena, serta memiliki muara sungai kecil.
2.    Maturity; system perairan yang kompleks, membentuk gunung, lembah.
3.     Old age; daerah tanah menurun,terjadi panepalin yang permukaannya monatanus (rata).
4.    Rejuenation; permukaan bumi naik, saat terjadinya siklus geomorfin dan mulai dari awal lagi mengikuti siklus.
E.    Siklus geomorfik pada iklim kering
Iklim kering terjadi beberapa perubahan yang disebabkan muara sungai yang                                            membawa materi:
1.    Initial stage
Daerah permukaan bumi datar dan adanya muara sungai di beberapa basir erosi terjadi pada yang lebih tinggi dan didepositkan di daerah yang rendah.
2.    Youth
Daerah yang terkikis oleh canyon mempunyai bentuk balok,dan adanya pergerakan angin dalam transportasi materi.
3.    Maturity
Terjadinya “perfect integration” dimana semua cekungan terisi oleh air.
4.    Old age
Erosi tidak efektif yang kemudian berubah menjadi paneplain.
F.    Struktur,proses, dan tahap dlm klasifikasi bentik kerak bumi.
1.    Struktur; bentuk-bentuk muka bumi dan lebih mementingkan bentuk yang lampau daripada sekarang.
2.    Proses : mengetahui asal usul bentuk muka bumi pada masa lampau.
3.    Tahap : klasifikasi waktu geologi, menunjukkan bahwa suatu muka bumi berada pada fase awal, dewasa, dan masa tua.

G.    Deskripsi empiric dan deskripsi eksplanatori bentuk muka bumi
1.    Deskripsi empiric : memakai ekspresi yang sederhana, tidak menjelaskan secara detail, mendeskripsikan bentuk, ukuran, posisi, warna. Metode ini tidak begitu jelas dan spesifik.
2.    Deskripsi eksplanatory : memakai deskripsi yang lebih rinci, seperti asal usul, bentuk, komposisi dan lokasi yang dihubungkan dengan tempat yang sama dipermukaan bumi.
H.    Metode ilmiah
Mengamati fakta

Perumusan hipotesis

Deduksi dari fakta yang lebih jauh

Menguji hipotesis dan menghapus hipotesis yang salah
I.    Penerapan Metode
1.    Deduktif; mengungkapkan isi dari sebuah paragraph di awal.
2.    Induktif; mengungkapkan isi dari sebuah paragraph di akhir.

Pertanyaan:
1.    Apakah fisiografi dan geografi fisik merupakan hal yang sama?
2.    Apakah kedua teori (tetrahedral dan continental drift) dalam konsep ordo I merupakan teori yang salaing mendukung ataukah saling berbanding (unggul salah satu)?
3.    Apakah semua bentuk muka bumi yang terjadi pada ordo kedua hanya terklasifikasi menjadi 6 bagian seperti yang telah disebutkan?
4.    Apa dasar yang membedakan proses geomorfologi yang dilakukan oleh arus air, gletser, dan ombak? (Karena dasar penyusun dari ketiga faaktor tersebut sama, yaitu air atau H2O).

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s