ORGANISM

ORGANISM

A.    Coral Reef
1)    Fringing reefs
Berada sangat dekat atau melekat dengan tepi pulau atau pinggiran dari benua dan pada fringing reefs tidak terdapat laguna.
2)    Barrier reefs
Berupa garis panjang sempit yang terdiri dari batuan koral dan pasir yang tersebar di atas permukaan laut, serta kemungkinan berbentuk lingkaran kasar yang menutupi pulau.
3)    Atol
Berupa garis sempit dari batuan coral dan ditutupi pasir yang relatif dangkal dari laguna.

B.    Teori Pembentukan
1)    Teori Penurunan (subsidence) Darwin.
Karang mula-mula terbentuk melekat kepada daratan (fringing reef) kemudian disusul dengan penenggelaman atau penurunan dari pulau. Penenggelaman berlangsung lambat dan tersendat, sementara itu karang tumbuh terus dengan cukup cepat, maka akan terbentuk jarak antara karang dan pulau (barrier reef). Hanya lingkaran karang terluar yang memenuhi persyaratan tumbuh secara aktif. Dan jika pulau sama sekali tenggelam akan terbentuk atol.
2)    Teori Penurunan oleh Daly.
Menurut teori ini muka air laut selama waktu glasial, terutama di daerah ekuator mengalami penurunan sehingga menyebabkan adanya wilayah pengikisan pantai yang baru di mana karang tumbuh. Setelah itu pada waktu interglasial terdapat kenaikan muka laut. Interglasial terakhir menyebabkan kenaikan muka laut sekitar 80 meter.
3)    Teori-teori lain yang dikemukakan oleh Rain, Muray, Vangkar, Guppy, Agassiz, dll.
Rain menyebutkan bahwa atoll dapat terjadi pada puncak bawah muka laut yang diam. Murray menambahkan bahwa laguna yang terbentuk di atas dasar yang diam merupakan pelarutan, sedangkan terumbu karang tumbuh ke arah luar. Vangkar, Bernggapan bahwa pada paparan yang landai di mana terumbu karang dapat tumbuh pada suatu jarak dari pantai dan terbentuk barrier reef. Laguna akan berisi air berlumpur yang tidak memungkinkan karang dapat tumbuh. Guppy menyatakan pula adanya undak-undak karang pada daratan tepi pantai oleh pengangkatan daratan/dasar laut. Agassiz beranggapan bahwa terumbu karang tumbuh di atas paparan yang dibentuk oleh gelombang.

C.    Terumbu Karang : Teori Subsiden
Pertama, garis pantai yg dibatasi oleh terumbu karang banyak yang secara cepat membentuk teluk dan pada tepian daratan membentuk tebing. Kedua, daerah disekitar samudera Pasifik yang memiliki bukti-bukti terjadinya pengangkatan, tidak menunjukkan adanya barrier reef dan atol.     Ketiga, pulau kecil yang dikelilingi barrier reef disebut juga almost atoll yang menunjukkan lereng-lareng yang serupa dengan puncak-puncak gunung yang sekarang. Bukti yang keempat, menunjukkan adanya pengikisan dan tenggelam sebelum terumbu tumbuh di atasnya. Kelima, terumbu karang yang sangat tebal menandakan bahwa terumbu tersebut di daerah yang miring. Bukti terakhir ditemukan pada gabungan terumbu karang dan atol. Penggabungan ini terjadi sangat cepat sehingga terumbu karang mengalami penenggelaman.

D.    Terumbu karang : Teori Glasial Kontrol I
Teori ini di dukung oleh Daly untuk menjelaskan pembentukkan batu karang penghalang dan Attols Darwin yang mana dubukukan oleh subsidence. Menurut Daly, ukuran samudera di dalam laut tropik turun 200 kaki atau lebih pada suatu keadaan glasiasi maksimum. Bukti untuk teori ini , studi batu karang Daly dan Attols memimpin dia pada kesimpulan bahwa kedalaman danau di pinggir laut pantai adalah sama, dan sublagoon batu karang itu ada pada suatu kedalaman 200 hingga 300 kaki. Ia menyimpulkan juga bahwa platform ini dihasilkan oleh erosi gelombang pada bagian atas pulau yang stabil sepanjang waktu terjadinya sungai es. Bukti-bukti untuk teori Glacial-Control antara lain adalah : kedalaman dari dasar lagoon umumnya seragam, rata-rata antara 70 dan 100 meter. Dasar tersebut berupa paparan yang terbentuk oleh erosi gelombang pada pulau yang stabil selama perioda glasial.
Keberatan terhadap teori glacial-control, diungkapkan oleh Davis adalah:
Pertama-tama ia meragukan kesamaan danau di pinggir laut yang lebih rendah. Daly menekankan pada stabilitas dari daerah yang terlibat di dalamnya, sedangkan Davis menunjuk bahwa pada daerah bagian luar dari ketidakstabilan dan kerendahan yang sama terjadi pembentukan batu karang. Daly mengukur kerendahan teluk dan duduga paling banyak 270 kaki. Davis menyimpulkan oleh karena itu, bahwa selama ini daratan dilindungi oleh batu karang.

E.    Terumbu Karang : Teori Glasial Kontrol II : Bentuk-Bentuk Deduksi
Ada tiga tipe pulau antara lain: stationary islands, rising islands dan subsiding islands. Ketiga jenis pulau ini berada disekitar perairan yang dingin yang tidak terdapat terumbu karangnya. Stationary islands, jika berawal dari preglasial, seharusnya memiliki tebing yang terbentuk karena pengaruh ombak disekitar dataran yang rendah terpotong selama waktu glasial. Rising islands, di laut dingin, sabuk marginal, atau karang laut akan memperlihatkan teras dengan tingkatan yang berbeda-beda. Subsiding islands pada laut dingin, memiliki tebing dan pantainya membentuk teluk.

F.    Terumbu Karang : Contoh Pulau dan Banks of Cooler Seas
W.M Davis mempelajari studi mengenai pulau oseanik dan bank wilayah jauh dari pertumbuhan karang dengan gagasan meneliti seberapa efektifnya gelombang erosi di suatu tempat tanpa adanya pengaruh atau gangguan dari karang yang sedang tumbuh. Ia menyimpulkan bahwa pemunduran jurang / karang terjal oleh gelombang tanpa adanya rintangan berlangsung lebih cepat dibandingkan pendalaman lembah oleh arus kecil dari pulau dan jauh lebih cepat dibandingkan lembah yang mengalami perluasan oleh adanya pelapukan.

G.    Terumbu Karang : Contoh Marginal Belt (daerah kecil) dari Coral Seas
(karang laut)
Marginal belt dari karang laut dalam pertumbuhan karang selama periode glasial diwakili oleh rangkaian kepulauan Hawai di Pasifik, oleh Lesser Antilles, penyebaran di Samudra India dan Atlantik Selatan.

H.    Terumbu Karang : Contoh Embayed Island dari Cooler Seas Dengan
Barrier Reefs dan atol
Berikut ini adalah tipe dari batu karang di dunia. Sebagian besar dari pulau ini berbentuk melingkar dan mempunyai diameter sekitar 5 mil. Mereka berkembang dari 100 atau 200 menjadi 4000 kaki dibawah permukaan laut. Pantainya sangat tidak beraturan, embasinya meluas interior masa.

I.    Batu Karang : Apek Geografi
Di pulau Pasifik yang terpencil, air tawar dihasilkan dari mata air dan perairan dangkal di belakang pantai. Selama musim hujan air dikumpulkan di lembah, jika pasir dan batu karang cukup padat, air tersebut tidak dapat dengan mudah bercampur dengan air laut di bawahnya. Bagaimanapun, di musim kering jumlah air payau lebih besar.

J.    Beavers (berang-berang)
Hewan pengerat ini merupakan insinyur yang bertanggung jawab atas adanya modifikasi local topografi, terutama pada wilayah yang memiliki kayu aspen yang berlimpah. Aktifitas utama dari hewan ini adalah membuat kolam dari arus.

K.    Peat Marshes
Tumbuhan berperan efektif dalam perubahan bentuk danau dan muara yang disebabkan oleh formasi peat (tanah gembur yang digunakan sebagai bahan bakar). Perubahan-perubahan ini lebih cepat dari perubahan-perubahan geologi. Danau-danau diketahui berlangsung secara singkat, tetapi biasanya ini diasumsikan bahwa mereka  hancur karena diisi oleh sedimen atau karena mengalami pengeringan ketika saluran mereka outdown. Pengisian oleh pertumbuhan tanaman terutama danau glasial yang dangkal merupakan faktor penyebab yang lebih penting.

L.    Termitaria
Termitaria merupakan gundukan besar atau puncak yang merupakan sebagai tempat tinggal rayap yang memiliki ketinggian mencapai 25 kaki. Di daerah equator, Afrika, dan Australia,

M.    Cacing Tanah
Pada  pagi harinya, suatu hujan lebat cacing tuangan, memuntahkan sepanjang malam, memberi titik permukaan dari  landasan. Mereka terdiri dari batu karang partikel  unsur/butir dengan sempurna comminuted, yang mungkin adalah wajar lepas atau dengan baik melekatkan ke dalam suatu massa yang lekat-lekat beberapa gram ke lebih dari 120 gram. Tuangan lebih besar pada  daratan lemah/miskin dibanding pada kaya, mungkin sebab yang terdahulu berisi suatu jumlah lebih kecil makanan bergizi sebanyak unit yang dikonsumsi oleh cacing itu.

Pertanyaan:

1)    Bagaimanakah teori-teori pembentukan tersebut saling berkembang atau berkesinambungan antara yang satu dengan yang lain?
2)    Bagaimanakah perbedaan teori penurunan oleh Darwin dengan teori penurunan oleh Daly dan apa implikasinya?
3)    Bagaimanakh proses terjadinya coral reef dan contohnya seperti fringing reef, atol dan barrier reef?
4)    Bagaimanakah aspek-aspek geografi dalam pembahasan masalah tersebut?
5)    Mengapa teori glacial kontrol mempunai banyak kelemahan?

Daftar Pustaka

A.K Lobeck, 1939, Geomorphology: An Introduction Study of Landscape.
New York. Mc Grawhill Book Co.Inc

Plummer, McGeary, Carlson, 2005, Physical Geology 10th edition. New York.
Mc Grawhill Book Co.Inc

Bird, F.C.F, 19…., Coast, Cambridge Massachusetts & London. The MIT Press

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s